Sahabat bloggers semua, mohon maaf kalau akhir-akhir ini dan mungkin sampai beberapa minggu ke depan saya akan jarang on line dan berkunjung ke “rumah” sahabat blogger semua. Ehmmm… by the way, emangnya ada yang “aware” ngga sih ada atau tidaknya diriku “exist” di dunia “blogger”? sok penting banget ya? Tidak masalah, saya menganut paham “PD aja lagi”. Jadi yang penting di info aja ke semuanya, siapa tahu ada yang cari-cari atau menanyakan keberadaan saya yang tiba-tiba “menghilang” begitu saja, jadi tahu dimana posisi saya sebenarnya hehehe.
Sebenarnya berat hati ini dan sedih banget karena terpaksa akhirnya saya harus melalui “tahapan” seperti ini: Cuti Sejenak Dari Kehidupan Dunia Maya. Suatu hal yang sebenarnya saya harap tidak pernah terjadi pada saya. Tapi entah kenapa, akhirnya saat itu datang juga, dan tidak bisa saya hindari lagi kedatangannya .
Cuti saya ini tidak ada jadwalnya dan tidak tahu sampai kapan saya harus cuti. Semua tergantung situasi dan kondisi yang ada. Dan yang pasti “cuti” saya ini dikarenakan beberapa hal di bawah ini (ngga mau kalau dengan kampanye Calon Presiden yang semua jawaban dan program kerja harus disusun secara sistematis, biar pembaca nya percaya, ihiks ), berikut kronologisnya:
1. Mulai minggu ke-3 bulan Juni s/d minggu ke 2 bulan Juli, anak-anak liburan sekolah:
Otomatis harus menemani dan mensupport aktivitas mereka mengisi liburan sekolahnya. Termasuk mengalah tidak memakai “kompi” karena “kompi” dikuasai oleh mereka mulai pagi s/d malam hari (main aneka games di Facebook, spt Pet Society, dll, banyak banget dah pokoknya). Demi berusaha jadi ibu yang baik, mengalah buat kebaikan dan kebahagiaan anak-anaknya hehehe. Daripada nonton TV yang sekarang dikuasai oleh sinetron yang tidak mendidik dan tidak pas untuk usia anak-anak?? Sementara mau ngajak liburan keluar kota juga ngga sempat, dan beli kompi baru masih belum ada rejeki hehehe.
2. Mulai awal bulan Juli ini, lagi sibuk “packing” barang-barang.
Ya, saya mau pindahan rumah nih. Ada yang mau bantu ngga ya? Kali aja ada yang mau bantu angkat-angkat hehehe. Walaupun pindahnya sih ngga begitu terlalu jauh juga lokasinya dari rumah yang lama, tapi tetap aja kan yang namanya pindahan rumah itu mau jauh atau dekat, tetap capek ujung-ujungnya, forsir tenaga dan “takes time” waktu kita. Apalagi “packing” barang hanya bisa dilakukan di malam hari aja, karena pagi sampai dengan sore hari harus jadi “buruh” di kantor.
3. ini adalah yang paling bikin saya bete, di rumah yang baru nanti access internet nya belum ada. Lagi di arrange koneksinya, tapi ngga bisa dijanjikan juga apakah bisa connect dalam jangka waktu satu bulan, atau malah lebih. Pake modem external seperti IM2, dll katanya teman ngga bisa, koneksinya kurang bagus hiks..hiks.. nasib.. nasib… Jadi keputusan final nya adalah good bye untuk sementara deh yang namanya blogging, Facebook, Plurk, dll.
Untuk itu dengan segala kerendahan hati, titip “rumah saya” di Bunda MeDaNi ya teman-teman. Mungkin ada yang hanya sekedar lewat depan rumah ya.. ngga apa-apa, ada yang bantu menyapu halaman ya.. silahkan, ada yang bantu menyiram bunga juga welcome.
Tapi kalau misalkan pas ada kesempatan dan ada pinjaman PC plus internet di kantor (kayak saat ini - duh melas banget yak???), Insya Allah saya janji untuk berkunjung ke blog teman-teman dan buat postingan terbaru deh…...
Miss U All, friends…. (sambil nangis bombay…).
Oh iya.. ini saya sedang bersiap emergency pulang ke Malang, Ibu sakit dan harus di operasi. Mohon bantuan do'anya ya.. teman-teman, agar semuanya berjalan lancar dan sukses.
Baca Selengkapnya...
07 Juli 2009
Off = Break = Libur = Cuti
02 Februari 2009
The Unforgetable Moment In My Life...
Waktu terus berputar, dan terus berputar. Apa yang terjadi kemarin hanya akan menjadi kenangan di hari ini, apa yang terjadi hari ini akan jadi cerita di hari esok, dan semoga apa yang akan terjadi di hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Ya.. begitulah kehidupan. Setiap orang pasti mengalaminya, suka ataupun tidak suka. Siap atau pun tidak siap. Begitu pula diriku. Tepat hari ini tanggal 2 Februari, bertambah sudah usiaku. Dan aku pun mulai merenung..... Begitu pula teman-teman di FB yang sudah dari kemarin sore mulai mengucapkan selamat ulang tahun dan aneka macam untaian do'a hanya untukku. Oh.. so sweet. Senang sekali punya teman yang mau mendo'akan ku agar lebih sukses dan lebih baik di hari esok, amin. Terima kasih teman-temanku semua, yang tidak bisa kusebutkan satu per satu. Tidak ada yang lebih indah selain memiliki teman-teman yang baik dan perhatian seperti kalian. Semoga persahabatan kita langgeng ya... amin.
Apakah sudah kupergunakan dengan sebaik-baiknya nikmat kehidupan yang Allah berikan kepada ku selama ini???
Apakah aku telah mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan Nya kepadaku dengan semakin rajin beribadah kepada Nya?
Apakah aku telah menjadi istri yang baik buat suamiku?? Ibu yang baik buat anak-anakku?
Apakah aku telah menjadi sahabat yang baik buat teman-temanku? Dan apakah mereka merasa senang bersahabat dengan ku?
Dan masih banyak lagi pertanyaan "Apakah" dalam diriku yang selalu kurenungkan, dengan harapan hari esok akan lebih baik dari hari ini.
Seharian ini, teman-teman di kantor ngerjain aku habis-habisan. Pagi-pagi saat baru tiba di kantor, Aku terkejut dengan "raib" nya barang-barangku dari tempatnya dalam jumlah yang besar (2 box besar). Ngga mungkin ada orang kantor yang nekat mencuri barang-barangku weekend kemarin, karena masuk ke gedung/kantor di luar jam kerja harus menggunakan PIN dan ada security. Jadi pasti ketahuan lah... klo bawa barang keluar kantor, apalagi dalam jumlah besar. Pak Boss ku (yang ternyata sudah "kong ka likong" dengan teman-teman) semakin memanaskan suasana "Udah Pen, kita bikin laporan aja ada kehilangan barang di department kita, dan minta list PIN orang yang masuk ke gedung ini selama weekend kemarin".
Untung aja aku nanggapinya dengan santai atas kehilangan barang-barang stock persediaan mingguanku itu, karena kupikir kalau buat laporan segala urusannya makin panjang, dan aku paling malas dengan hal itu. Akhirnya kuputuskan, biarin aja deh... mending order barang yang baru lagi aja untuk pengganti barang yang hilang. Eh pas selesai order barang, kebetulan lagi pingin cek-cek email masuk untuk boss dari PC ku, disitu ketahuanlah bahwa yang iseng bin jail nyembunyikan barang-barangku adalah teman-temanku dengan bantuan pak boss ku (mereka emang niat ngerjain aku hari ini ).
Pikir "penderitaan" ku sudah berakhir dari situ, ternyata ada lagi. Teman yang jago "hacker" di PC kantor, ngerjain aku. Aku lupa klo si teman ini emang suka banget jahilin orang yang lagi Ultah dengan membikin error di PC kita, seperti kayak kena virus. Seharian aku bingung karena PC ku tiba-tiba mati sendiri dan semua program yang aku buka langsung "close automatically", bete banget kan, mana belum di save lagi. Dan itu terjadi berulang-ulang, sampai pindah ke PC yang lain, juga tetap sama problemnya (asal pake login ku). Orang IT sampai nyerah dibuatnya (ya jelas.. wong emang sebenarnya PC ku segar bugar, hanya oleh iseng teman ku sang "hacker" aja yang bikin kacau login access ku).
Puncak kehebohan adalah tepat jam 3 sore tadi, ada teman yang menghampiriku di meja dengan memegang handycam. Siapa yang ngga makin bete, udah muka kusut, bin kumel bin kusem karena mikirin PC yang dodol seharian eh.. malah di shooting sambil senyam senyum "Apaan sih.. ini.. ganggu aja, males deh...". Nah saat beranjak dari tempat duduk, teman yang lain sudah menyambutku dengan sebuah black forest yang cantik dan bernyanyi Happy B'Day untukku. Oh so sweet.. air mata langsung meleleh di pipi. Belum selesai rasa haru biru, teman-teman mulai "jail" dan nakal lagi dengan menimpukku dengan gula hiasan kue tart. Muka, jilbab, dan lain-lain kotor semua deh..pakaianku. Tapi ngga apa aku senang dan happy karena artinya teman-teman sayang dan "care" dengan ku. Buktinya, mereka ingat hari kelahiranku dan sudah menyiapkan pesta kejutan buatku.
Baca Selengkapnya...
02 Januari 2009
Gampang-Gampang Susah.....
Terkadang apa yang kita inginkan, tidak sesuai dengan apa yang terjadi. Kita ingin sukses, tapi tak jarang kegagalan selalu mengikuti. Kita ingin bahagia, tapi kesedihan masih sering mengelayuti. Itulah dinamikan kehidupan.
Begitu pula yang terjadi dengan diriku. Contoh sederhana adalah keinginan untuk membuat postingan di blog ku tercinta ini. Maksud hati ingin membuat postingan kalau bisa 2 hari sekali atau minimal seminggu dua kali, tapi kok ya... susah.. banget ya??? Padahal kan kalau dipikir-pikir buat postingan itu gampang banget, tinggal kasih judul postingan, tulis beberapa kata dalam "entry" kita, kalau perlu ditambahi gambar atau emoticon supaya lebih menarik, terbitkan "entry", selesai sudah . Tapi kalau untuk saya, buat postingan itu terkadang gampang-gampang susah. Seperti masukkan benang kedalam jarum. Kalau pas lagi gampang dan "smooth" ya.. lancar aja. Tapi kalau pas lagi sulit, ibarat orang mau masukin benang kedalam jarum yang harus pake kacamata dulu lah, melototin lubang jarumnya, baru deh benangnya bisa masuk.
Banyak sekali faktor yang mempengaruhinya, diantaranya yang saya ingat dan saya catat adalah:
- tidak ada ide cemerlang tentang topik apa yang bagus untuk di postingkan
- "stuck" alias macet dalam merangkai kata-kata: harap dimaklumi aja, mengingat saya juga bukan penulis professional, tidak pernah hobby yang namanya buat Diary Harian, serta minim banget yang namanya perbendaharaan kata dan kosa kata
- kurangnya waktu yang ada: menyambung postingan saya sebelumnya tentang manajemen waktu di sini, terkadang semangat untuk membuat postingan sudah menggebu-gebu tapi tidak ada waktu untuk memulainya. Malam hari (karena pagi sampai dengan sore hari saya jadi "kuli bayaran" di kantor tempat saya bekerja) yang biasanya saya manfaatkan untuk ngeblog, ngeplurk, ngenet, dsb terkadang habis untuk belajar dengan anak-anak, bermain-main dengan mereka, acara keluarga atau bahkan malah saya gunakan untuk tidur karena kecapekan.
- gangguan dari faktor eksternal: nah, ini yang paling sering membuat saya "bete" banget. Karena terkadang semangat sudah sampai di puncaknya, langsung jadi "down" karenanya. Yah... bete banget kan klo lagi semangat buat postingan tiba-tiba line internet nya macet alias ngadat alias ngga lancar (terrputus-putus) atau bahkan lagi error (ngga bisa nge net sama sekali), sebel banget. Atau giliran mau buat postingan eh.. anak-anak ngrecokin (tapi untuk yang ini, terpaksa saya yang harus mengalah. Anak-anak adalah harus lebih diprioritaskan). Dan masih banyak lagi gangguan yang lain seperti tamu, dll.
- gangguan dari faktor internal: gangguan dari dalam diri yang paling berpengaruh penting adalah rasa malas. Kalau judulnya sudah "malas" melakukan kegiatan apapun pasti akan terasa berat banget. Pinginnya bermalas-malasan atau nyantai untuk beberapa saat lamanya.
Nah, apakah kendala yang saya alami sama dengan kendala yang Anda hadapi?? Atau it's only happen to me??
Bantuannya saling sharing pegalaman dalam membuat postingan dong..teman-temanku semua!! Terutama sekali kepada mba Lyla, pak guru marsudiyanto, om budiawanhutasoit, dan mba Tyas yang rajin banget buat postingan. Paling tidak saya bisa belajar tips dan trik nya, sehingga selain bisa terjadwal dalam membuat postingan juga postingan saya lebih berbobot.
Tak lupa dalam kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan "SELAMAT TAHUN BARU 2009" semoga di tahun 2009 ini kita bisa lebih baik dan lebih sukses lagi, Amin.
Baca Selengkapnya...20 Desember 2008
Manajemen Waktu
Sebuah renungan buat kita semua karena kita semua pasti pernah mengalami kesulitan dalam mengatur waktu yang ada. Waktu 24 jam terasa kurang karena kita tidak bisa mengaturnya dengan baik:
Suatu hari, seorang ahli 'Management Waktu' berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya.
Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia berkata: "Baiklah, sekarang waktunya kuis".
Para mahasiswa pun mulai konsentrasi dan menyimak kuis yang akan dibawakan oleh sang ahli.
Sang ahli pun mengeluarkan sebuah toples berukuran galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples. Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya:
" Apakah toples ini sudah penuh?"
Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!"
Kemudian dia berkata, " Benarkah?" Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu. Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi:
" Apakah toples ini sudah penuh?" Kali ini para siswanya hanya tertegun,
"Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab. " Bagus!" jawabnya.
Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, "Apakah toples ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si Ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya:
"Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!"
"Mungkin Benar! tapi tidak sepenuhnya benar", jawab si ahli, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa :
JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM TOPLES TERSEBUT.
"Apakah BATU-BATU BESAR dalam hidupmu?"
Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, keluargamu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu, Ibadahmu pada Tuhanmu atau hal yang lain. Semua hal yang kamu anggap PALING BERHARGA dalam hidupmu itulah BATU BESAR mu! Ingatlah untuk selalu meletakkan BATU-BATU BESAR tersebut sebagai yg PERTAMA, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka.......... Kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil.
Kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu"........
Nah, sekarang kita kembalikan pada diri kita masing-masing, sudahkah kitat meletakkan BATU BESAR dalam kehidupan kita sebagai prioritas utama waktu kita?
Baca Selengkapnya...
21 September 2008
Training Spiritual - Kebutuhan Rohaniku
Akhir bulan lalu, aku mengikuti Training ESQ, itung-itung sebagai salah satu persiapan mental dalam memasuki bulan suci Ramadhan. Lumayan lah, training gratis yang dibayari oleh perusahaan tapi manfaat nya terasa banget, terutama dalam hal pemantapan kita akan angka "165" yaitu 1 bahwa Allah itu Esa, Tunggal, atau Ahad; 6 artinya adalah rukun Iman yang harus selalu ada dalam diri kita ; dan 5 yaitu Rukun Islam. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus mengusahakan akan hadirnya "165" ini. Selama dua hari training, kita diajak untuk lebih mendekatkan diri kepada sang khaliq, bertaubat atas segala dosa yang telah kita perbuat selama ini, baik itu dosa dengan sesama manusia terlebih lagi dosa kita dengan Nya dengan melanggar semua larangan Nya, Astaghfirullah hal adzim. Ya Rabbi, hamba Mu mohon ampunan Mu.
Selain itu kita juga diajak untuk selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, pembimbing umat hingga ke akhir zaman.
Belum puas dengan hasil yang di dapat dari training ESQ, Sabtu kemarin, saya ikut lagi training spiritual yang diadakan oleh Yayasan Daarussalaam. Yaitu Training Pelatihan Sholat Khusyuk, Menggapai Khusnul Khotimah. Training ini diadakan dari jam 08:30 - 15:00 wita dan lebih kepemahaman bahwa amalan yang ditanyakan pertama kali oleh Allah adalah tentang sholat kita selama di dunia. Apabila bagus sholat kita, maka akan dinilai bagus pula amalah yang lain oleh Allah SWT. Tapi sayangnya, tidak diajarkan tata cara sholat yang baik sehingga bisa meraih kekhusyukkan yang hakiki dalam sholat. Lebih ditekankan pada sholat harus tepat waktu, tidak buru-buru (tumakninah) dan berusaha untuk hanya selalu mengingat Allah selama waktu sholat.
Alhamdulillah dengan mengikuti dua training spiritual ini, "jiwa" terasa lebih "plong" dan berusaha untuk lebih ikhlas dalam beribadah kepada Nya, untuk meraih ridho Nya.
Baca Selengkapnya...