Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

03 September 2009

Menari Di Tengah Hujan

Pagi itu di suatu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an tahun datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Seorang suster menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Sang suster pun merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang, dia sempatkan untuk memeriksa luka sang pria, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, sang suster pun memutuskan untuk melakukannya sendiri..

Sambil menangani luka sang pria, dia bertanya apakah punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu ketika ditanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Sang suster pun sangat terkejut dan berkata, “Dan Bapak masih pergi ke sana se tiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?” Lelaki tua itu tersenyum ketika tangannya menepuk tanganku sambil berkata, “Dia memang tidak mengenali saya, tapi saya masih mengenali dia, ‘kan?”

Sang suster pun terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangannya masih tetap merinding, “Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hdupku” gumamnya dalam hati.

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagi saya, moral penting dari cerita ini adalah: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki. “Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.”

Selamat bertemu kembali teman-teman semua, maafkanlah diriku yang telah lama melalaikan "blog" ku tercinta ini. Semua itu diluar kuasaku. Semoga kalian semua merindukanku ...... :-D

Baca Selengkapnya...

25 Juni 2009

Lamunan Di Tanggal "Tua"

Fiuh.. lama ngga buat postingan (nyaris genap satu minggu), ternyata udah mendekati tanggal tua nih. Hmmm.. emang ada tanggal muda juga ya?? hehehe
Kata orang sih.. klo tanggal-tanggal yang baru terima gajian (sekitar awal bulan) itu disebut tanggal muda, sedangkan rangkaian tanggal dimana kantong sudah "kering", duit cekak, dan mendekati terima gaji (bagi yang menerima tentunya hihiii) alias akhir bulan itu disebut tanggal tua (kisaran tanggal 20 an ke atas sampai tanggal 30-an).

Saat tanggal muda, dimana duit masih "banyak" (ya iyaa lah... kan baru "gajian". Baik yang pekerja atau pun yang ibu rumah tangga. Lha, emang ibu rumah tangga gajian juga?? Gajian dong... kan terima duit bulanan dari suaminya hihihiiiii), biasanya muka ceria, wajah berbinar-binar, dan nafsu untuk shopping dan spend money begitu tinggi. Tinggal seberapa kuat aja kekuatan "rem" untuk membatasi nafsu membelanjakan uang. Klo tidak kuat, dijamin baru tengah bulan aja gaji dah ludes tak bersisa (hihiii ada yang punya pengalaman seperti ini ngga ya?? Ayo ngaku....)

Sementara di tanggal tua, dimana duit sudah mulai cekak, muka akan mengkerut, wajah cemberut, dan hilang keceriaan. "Aduh cukup ngga ya.. duit ini sampai akhir bulan nanti?" "Stok persediaan sembako mulai habis, gimana nih??" dll.

Nah, daripada bete ngga menentu, mendingan kita ngelamun aja, ngelamunin dapat kenaikan Gaji di akhir bulan nanti (ngelamun di siang bolong ya?? hehe). Nah, sembari ngelamun, silahkan dibaca tips-tips di bawah ini. Itung-itung ceria di tanggal tua, agar tetap semangat.

10 TIPS UNTUK NAIK GAJI

1. Jangan pernah berjalan tanpa dokumen di tangan

Karena orang yang bawa-bawa dokumen kelihatannya seperti seorang pekerja keras yang mau meeting. Sementara orang yang nggak bawa apa-apa kayaknya pengangguran alias jobless.
Kalau yang bawa koran pasti mau ke WC. Nah yang bawa kerjaan sama laptop saat pulang, pasti mau gaya-gaya doang, sampai rumah cuman ditaruh di meja, besoknya dibawa lagi ke kantor.

2. Sibuk dengan komputer biar keliatan sibuk

Tiap saat anda di depan PC, keliatannya anda kerja di mata boss, padahal anda sedang baca dan kirim email atau lagi YM-an (bagi yg punya aksses internet di kantor) dengan temen dekat. Saat anda ketahuan boss lagi nge-email, pengakuan yang paling baik ya "sedang lihat situasi pasar" atau "lagi belajar program baru untuk bikin cash flow", atau alasan-alasan lain yang sok di ilmiahin.

3. Meja berantakan

Boss bisa aja mejanya bersih, sedangkan kita jangan harap. Kalo meja kita bersih pasti dianggap
kita tidak kerja cukup getol. Taruh aja setumpuk dokumen di atas meja, pasti anda dianggap pekerja keras. Atau kalau dari lapangan sebaiknya sepatunya jangan dicuci dulu, biar aja kotor pasti keliatan kerja keras.

4. Mesin Penjawab Telpon

Nggak usah jawab telpon kalau anda punya mesin penjawab telpon. Orang tidak akan telpon ke anda untuk mengerjakan sesuatu, biasa kan lewat email. Periksa aja mesin penjawab. Kalo seseorang nelpon mengenai suatu kerjaan, jawab aja saat jam makan siang, yang jelas dia nggak bakalan ada dan anda keliatan seperti pekerja keras.

5. Kelihatan serius dan sangar

Yang terpenting, anda harus keliatan serius dan sangar biar boss mengganggap anda selalu sibuk. Jangan suka ketawa-ketawa dan cengengesan gitu...


6. Tinggalkan kantor lambat

Selalu meninggalkan kantor lambat, khususnya saat si boss masih ada. Anda bisa baca majalah atau buka internet, sehingga kelihatan bahwa anda kurang waktu untuk baca atau kerjakan sesuatu. Saat pulang, pastikan boss anda lihat. Kirim email penting pada jam-jam yang larut seperti 21.35 atau 19.05, bahkan kalo perlu pada hari libur, biar keliatan loyal banget ama kerjaan.


7. Tarik napas kreatif

Tariklah napas keras-keras saat banyak orang di sekeliling anda, sehingga kelihatan bahwa anda
sedang di bawah tekanan karena banyaknya kerjaan.


8. Strategi menumpuk buku

Rasanya kurang cukup kalo hanya numpuk dokumen di atas meja, tambahin aja dengan buku-buku manual yang tebel yang berserakan di lantai.


9. Tambahlah perbendaharaan kata-kata

Baca beberapa majalah komputer dan cari tau istilah dan produk baru. Gunakan istilah yang IT banget saat ngobrol dengan boss. Ingat: boss tidak perlu tau apa yang anda bicarakan, tapi yang terpenting anda tampil mengesankan di hadapannya.


10. Yang terpenting

Jangan forward ini kepada boss anda tanpa sengaja!! Ancur deh image yang anda bangun dengan
susah payah…

Hehehe pada serius amat nih bacanya, jangan terlalu serius, nanti cepat tua lho!!!
Have a nice day all my friends....
Baca Selengkapnya...

04 Maret 2009

Berawal Dari Sebuah Sapaan...

"Ga usah" jawaban bersahabat dari seorang kenek bis kota.Hal itu terus terang menghadirkan tanda tanya dalam hatiku "kenapa dia tidak mau menerima ongkos itu ?". Turun di terminal, sobatku yang talkactive itu memulai aksi yang baru, menghampiri gerobak pedagang air tebu. Bapak itu (sang penjual) buru-buru menyodorkan segelas air tebu es kepadanya, padahal dia belum meminta. Rupanya si bapak sudah melihat kedatangannya dari jauh. Bukan hari ini saja, seakan-akan setiap hari selalu ada orang baik untuknya.

Kemaren, ketika dia asyik berceloteh dengan teman-teman sewaktu jam istirahat, seorang ibu yang biasa mengusung dagangannya ke kantor memanggilnya. Dengan gembira dia kembali, "nih satu buat kamu" sambil membawa dua bungkus tahu isi, "dikasih si Ibu" lanjutnya sambil tersenyum kepada si Ibu yang juga tersenyum dengan bahagia.

Belum lagi, minggu yang lalu dia sukses memindahkan sepiring sate boss ke tangannya. Aku berusaha sekuat tenaga menyibak kekuatan yang dimilikinya. Sobatku itu seorang yang sederhana, tidak kaya, tidak cantik, tidak terlalu berprestasi. Hanya satu kelebihannya yang tidak dimiliki orang lain. Ya.. aku mulai menyadari. Kelebihan itu juga tidak ada padaku. Dia sangat hobby menyapa orang lain yang berlanjut dengan obrolan. Anehnya, dia tidak pernah kehabisan bahan. Dari terminal sampai kantor, sang kenek seakan mendapat tambahan semangat ketika dia ajak ngobrol.

Begitu juga wajah pedagang tebu ketika dia bertanya tentang keadaan isteri dan anak-anaknya. Aha ! Aku juga baru tahu kenapa si ibu rela memberikan tahu cuma-cuma untuknya. Karena sifatnya yang ramah, dia tidak saja punya teman sesama kantor, tapi juga dari "kantor" lainnya. Merekalah yang "dipaksa"nya untuk membeli dagangan si ibu.

Masih dengan rasa penasaran, kucoba bertanya kepada kenek bis yang selalu memberi gratisan kepadanya "ga rugi tuh ?". Sungguh terperanjat aku mendengar jawaban kenek itu "Wah, ga sebanding mba dengan jajan yang selalu diberinya untukku". Aku tidak mencoba bertanya lebih jauh kepada pedagang air tebu, karena aku sudah menemukan jawabannya.

Seperti kata seorang guru "Orang mendapatkan bukan dari apa yang dimintanya tapi dari apa yang diberikannya".

Yah, sobatku melakukannya dengan tulus dan suka cita. Keramahtamahan dan kemuliaan budinya langsung dibalas Allah lewat kasih sayang hamba-hamba-Nya yang lain.

Semuanya berawal dari sebuah sapaan.


Terima kasih buat sobat ku Farah yang telah sharing inspirasi ini. Semoga bermanfaat pula bagi yang lain.

Baca Selengkapnya...

12 Desember 2008

HP ku Sayang... HP ku Malang.....

Sebagaimana ibu-ibu yang lain, HP seperti senjata perang bagiku. Selain karena memang pekerjaanku sebagai sekretaris juga menuntutku agar aku memiliki HP sehingga mudah untuk dihubungi dan juga menghubungi, dengan HP aku juga bisa terus menjalin komunikasi dengan para sahabat-sahabatku. Istilahnya hidup ini bagaikan sayur tanpa garam kalau tanpa HP, hambar banget gitu lho!! MyEm0.com


HP ku satu-satunya ini sangat kusayangi, karena bentuknya yang tipis dan ringan. Jadi enak dibawa kemana-mana. Walaupun wadah tempat penyimpanannya dah sobek sana-sini karena digigitin oleh "baby Nina" (karena empuk dan lembut kali ya??MyEm0.com) tapi aku tetap "menyayanginya". Kemanapun aku membawanya, kecuali ke kamar mandi (walaupun terkadang masih juga kubawa, karena tiba-tiba ada telpon dari kantor yang mengharuskan ku segera mengangkatnya).

Tragedi terjadi ketika aku mendatangi undangan pernikahan anaknya karyawan di kantor bareng teman-teman kantor yang lain demi mengejar jam makan siang (hehehe niat banget pokoknya dah.. yang penting bisa maksi gratis). Lokasi rumah yang berada di tengah-tengah pemukiman padat penduduk dan gang sempit, membuat aku harus lebih waspada. Terlebih lagi hari itu aku membawa HP tanpa "rumahnya" alias kutenteng langsung karena wadah tempat penyimpanannya raib setelah dibuat main oleh baby Nina. HP kecil dan permukaan "chasing" nya yang agak licin ini kubawa jadi satu bersamaan dengan dompetku. Sehingga memang resiko tinggi untuk mudah terjatuh. Perasaan was was dan deg-degan udah terasa dari awal nyampai di lokasi ini, mana mobil parkir pas di atas got sehingga turun dari mobil sudah disambut dengan aroma "parfum" got yang menyengatMyEm0.com. Udah sempat terpikir "waduh gimana ya.. klo HP ku sampai tercebur dan masuk dalam got ini?" tapi pikiran itu kubuang jauh-jauh dan akupun melangkah pasti ke lokasi acara tak jauh dari tempat kami memarkir mobil.

Seperti biasa, pulang dari acara pernikahan perut pun sudah kenyang. Guyonan sepanjang jalan pun seru kami lakukan, cekikikan sana sini sehingga aku pun teledor. Saat sedang asyik cekikikan dan pintu mobil masih dalam kondisi terbuka, HP yang hanya kupangku diatas pahaku terjatuh ke dalam got yang berwarna hijau kehitaman dan beraroma parfum nan aduhai tadi gara-gara tersenggol oleh teman. Wadow!!!MyEm0.com. Aku hanya bisa teriak "HP ku, HP ku ..." halah ya mana bisa menyelamatkan HP klo cuman teriak doang, gimana sih??? Akhirnya ada teman kantor cowok yang mau menolongku yang mulai cemas kehilangan HP dengan menceburkan tangannya kedalam got tadi dan berhasil mengangkat HP ku. Alhamdulillah.....
Setelah itu, untuk mencegah kerusakan lebih parah dan atas instruksi dari teman yang pernah mengalami HP nya kecebur dalam air beberapa kali (wah... ternyata masih ada yang lebih parah dari aku ya??? syukurlah) HP langsung kumatikan saat itu juga. Setelah itu temanku yang profesional dalam hal HP kecebur air tadi langsung "memreteli" alias membuka semua bagian HP agar air yang masuk ke dalam HP bisa segera dikeluarkan. Chasing dibuka, SimCard dikeluarkan, batteray diambil, penutup layar dibuka, di lap dengan tissue, dan seterusnya. Pokoknya semua teman-teman langsung berkumpul membantuku, sementara aku masih terbengong dengan apa yang telah menimpa HP kuMyEm0.com.

Selama perjalanan pulang menuju kantor, aku hanya bisa menatapi wajah HP ku yang carut marut dan berharap tidak rusak alias masih bisa dipergunakan lagi. Bisikan dari teman-teman sepanjang perjalanan yang ku terima adalah:
- "Udah, mba... nanti klo rusak, jual aja ke aku" aduh.....makin takut deh...

- "Ngga apa-apa itu, mba. Nanti dijemur atau di hair dryer aja dalam keadaan masih di preteli atau dibuka semua kayak gini, klo dah agak kering, mba coba pasang semuanya lagi, terus mba nyalakan HP nya. Klo masih ngga mau nyala matikan lagi. Atau klo masih layar nya error ya.. cepat matikan lagi. Mending langsung di servis aja" .. aha sedikit menentramkan hatiku, walaupun masih deg-degan.

Sesampainya di kantor, HP langsung kujemur dibawah sinar matahari dekat jendela kantor. Sambil menunggu HP yang kujemur kering dan tidak ada air yang menetes lagi (takut juga karatan kan? sebab HP jatuh di air kotor banget hiiiiiiiiii), aku pun pinjam spare HP punya teman. HP jadul banget yang aku sendiri ngga tahu cara pengoperasiannya. Mau SMS lari lagi ke sang empunya HP minta ajarin, mau nelpon lari lagi ke dia, karena memang HP ini benar-benar jadul dan sedikit aneh cara pengoperasiannya MyEm0.com. Tapi mau gimana lagi, daku tetap perlu HP selama proses menunggu kepastian apakah HP ku masih bisa dipake atau tidak, karena pak Boss termasuk rutin menghubungi begitu pula anak-anak di rumah, karyawan yang kerja shift, dll.
Benar-benar sebuah penantian yang tidak sia-sia, selang beberapa jam, aku yang sudah mulai tidak tahan dengan si HP jadul dan penasaran ingin memastikan apakah HP ku masih bisa terselamatkan atau tidak, alhamdulillah HP ku ternyata masih bisa dipergunakan lagi dan kondisinya juga baik-baik saja. Padahal kata teman, harus diangin-anginkan dulu selama 1-2 hari biar benar-benar kering dan tidak boleh dioperasikan. Alamak... lama kali lah.....
Tapi alhamdulillah ternyata ini cuman beberapa jam saja sudah kering, terimakasih Ya Allah, Kau telah mengabulkan do'aku MyEm0.com.

Oh, HP ku. Aku tidak akan lagi ceroboh dan mengulang hal yang sama deh.... walaupun kata teman tidak masalah HP nya tercebur ke dalam air cucian, air kolam, dll selama lebih dari 3 (tiga) kali. Tapi bagiku kecebur di air got satu kali rasanya sama dengan kecebur di air 1000 kali MyEm0.com Baca Selengkapnya...

30 November 2008

Penyakit Malasku Kambuh....

Bener deh, weekend ini mood ku lagi kurang bagus. Setelah 2 hari tidak bisa buka www.blogger.com (ngga tahu juga kenapa, yang jelas njengkelin banget dong! Sementara pingin tambah gadget dan edit postingan yang terakhir, eh.. sign in ke blogger.com aja ngga bisa MyEm0.com).Ditambah lagi suami lagi ngga ada di site untuk beberapa hari lamanya (Mode "kangen" On MyEm0.com). Jadinya harus kerja "All in One" selama beberapa hari ke depan.

Mau masak aja malas banget rasanya, pikiran masih kepikiran nasib blog ku, takut ngga bisa buka selamanya (duh.. sampai segitunya ya ketakutanku? Berlebihan banget deh kayaknya ya??). Akhirnya kuputuskan untuk membeli makanan di luar saja. Yang penting menunya sesuai dengan selera anak-anak, dan juga selera diriku tentunya.
Eh, ternyata outstanding pekerjaan bukan hanya masak memasak aja, masih ada tugas memandikan anak, nyapu, beres-beres rumah, dan lain-lain. Mbak yang di rumah sudah Off klo hari Sabtu dan Minggu, sementara badan rasanya enggan untuk melakukan semua pekerjaan itu, tujuannya hanya satu, ingin rebahan di kamar tidur saja seharian tanpa beraktifitas. Berusaha kulawan rasa kemalasanku itu dengan mandi lagi (maksudnya supaya badan segar dan lebih fresh lagi gitu lho!!MyEm0.Com). Tapi penyakit itu tak kunjung pergi juga. Akhirnya pelarianku kembali lagi ke kompi, halah.. ternyata malah bikin aku lebih malas lagi melakukan kerjaan rumah klo sudah asyik dengan si kompi ini. Blog Walking, Plurk, dll.. ah.. capek deh... malah bikin lupa ama kerjaan utama yang nunggu-nunggu dari tadi untuk segera dikerjakanMyEm0.Com.

Akhirnya untuk mengusir kejenuhan, kebosanan dan kemalasanku, aku pun berinisiatif untuk pergi jalan-jalan ke rumah kakak sepupu saja bersama anak-anak. Ya, di kota kecil ini masih ada dua keluargaku yang juga kerja di perusahaan yang sama, mereka adalah kakak-kakak sepupuku. Aku memutuskan pergi ke rumah kakak sepupu yang terdekat, berharap bertemu dengan si kembar yang lucu (sepupu punya 2 anak perempuan, dan yang terakhir kembar, cowok-cowok lucu banget). Benar, nyampe sana setelah puas bermain dengan si kembar dan ngobrol sana-sini dengan kakak sepupu, aku seperti menemukan diriku kembali (cie....), mood ku kembali stabil dan bagus MyEm0.Com. Belum lagi di sana juga aku sempat sign in dan berhasil masuk ke www.blogger.com lagi, wuih makin "happy" aja deh rasanya hati ini.

Nyampek di rumah, semangat ku yang telah terisi amunisi penuh, seperti siap berperang saja. Setelah anak-anak pada tidur karena kecapekan bermain dengan saudara sepupunya MyEm0.Com, daku pun langsung "mengangkat senjata" untuk berjuang. Semangatt...!! Tujuan pertama, cuci piring (yang paling malas kukerjakan dan udah menumpuk dari siang harinya, jorok banget ya?? Namanya juga lagi malas kan?MyEm0.Com), setelah itu ambil sapu dan membersihkan seluruh sudut rumah, menyiram bunga-bunga yang mulai kering, dan setelah capek, nyusul anak-anak untuk ikutan tidur juga MyEm0.Com.

Alhamdulillah, akhirnya "Penyakit Malas" ku di weekend ini berhasil disembuhkan. Ngga kebayang klo penyakit ini ngga sembuh-sembuh, bisa-bisa suasana rumah jadi kacau balau terbawa mood ku yang lagi error, karena diriku seperti "supir" yang menjalankan laju kereta rumah tangga kami. Komando ada di bawah tangankuMyEm0.Com Baca Selengkapnya...

07 November 2008

Baju Batik Vs Seragam Kantor

Memakai baju batik setiap hari Jumat mungkin bukan hal yang aneh bagi kita di Indonesia, terutama karyawan BUMN, PNS, dan instalasi-instalasi yang lain. Terlihat oleh kita, aneka warna-warni dan motif kain batik yang mereka kenakan, beserta mode pakaian yang bermacam-macam pula. Semua terkesan anggun tapi tetap elegan dengan “balutan” busana batik. Bahkan aneka warna warni baju batik yang mereka kenakan menjadikan hari Jumat menjadi lebih “colorful” dan siap menyambut weekend yang akan tiba keesokan harinya It's Friday .

Batik adalah salah satu asset budaya Bangsa yang harus kita lestarikan dan kita budayakan, agar dunia luar mengetahui keindahan serta pesona nya. Dan dengan memakai batik, kita juga meningkatkan perekonomian para pengrajin batik di Tanah Air. Pokoknya dengan memakai Batik banyak manfaat nya deh… (promosi nih.. ceritanya, mewakili Dinas P&K
Laughing 2 )

Begitu pula yang terjadi di perusahaan tempat saya bekerja. Beberapa Divisi menganjurkan karyawannya untuk memakai baju batik setiap hari Jumat, dan mereka kompak melakukannya. Tapi hal itu tidak berlaku di Divisi tempat saya bekerja, boleh memakai baju batik bagi yang menginginkan tapi tidak dianjurkan/diharuskan (gimana mau dianjurkan ya, kami bekerja di Divisi Tambang alias “Mining Operation Division”, ngga kebayangkan klo Operator Alat Berat dan para pekerja lapangan lainnya harus memakai baju batik?? Lucu kali ya?? Di lapangan naik truk gedhe-gedhe memakai baju batik
Thumbs Down ).

Nah, sekarang cerita beralih ke department saya, salah satu departemen yang ada di Divisi Tambang, tapi yang di kantoran aja (sok di kota nih.. ceritanya …
Wakka Wakka ). Pak Boss saya yang “unik” (di mata saya) mempunyai ide membuat seragam batik department yang harus dipake setiap hari Jumat. Klo pake baju batik saja tidak masalah sebenarnya, kita tinggal pilih warna dan model yang sesuai, pasti kita nyaman saja memakainya. Model bisa yang casual, sportif atau yang semi formal, Semua terserah pilihan masing-masing individu. Lha tapi yang terjadi didepartment saya??? Kami disuruh memakai baju batik seragam department kami, dimana motif batiknya ada logo dan tulisan departemen tempat kami bekerja Electric (ingat korpri ya?? hehe) . Dan hukumnya wajib untuk memakai, karena kalau tidak mau memakainya, nanti kalau ada pembagian seragam jenis lain di departemen (mau kaos atau pun seragam yang lain) tidak akan dapat jatah lagi, ihiks... so sad.....
Kesannya jadi seperti apa?? Ada yang bilang kami seperti mau pergi “kondangan” ke suatu acara saja, atau mau upacara bendera di kantor bupati, dan lain-lain. Macam-macam lah komentar dari teman-teman di divisi atau departemen lain.

Inilah photo kami dengan baju batik yang seragam, yang resmi di "launching" mulai hari Jumat, 7 November 2008 kemarin. Silahkan berkomentar.



Narsis sejenak di pagi hari, eh pak Boss mau ikutan juga hahaha
ayo siapa bisa tebak, yang mana pak Boss saya??

pak Boss minta photo sekali lagi biar lebih afdol katanya hihihii


Nah, saat kami yang steady day photo-photo, eh.. grup crew dispatch (Shift A) pingin ikutan di photo juga. Dispatch adalah salah satu section di departemen saya yang salah satu kerjaannya adalah "mengatur lalu lintas" truck dan alat berat yang lain yang ada di Pit atau tambang. Ya... mirip-mirip lah dengan kerjaan polisi lalu lintas. Cuman dia ngaturnya dari layar monitor saja Computing dan dengan channel radio. Tapi kalau polisi lalu lintas Policeman yang ada di jalan raya pakai baju batik, gimana ya?? Coba dibayangkan sendiri-sendiri, kalau saya dah geli duluan ngebayanginnya Too Funny

para crew shift A dispatch dengan senyum manis nya (emang ada yang manis gitu????)

salah satu "brondong" crew dispatch kami, cah Bantul, jowo abis...

yang lagi narsis....

Baca Selengkapnya...

04 November 2008

Kenalan Dengan Orang Utan ....

Hutan hujan tropis banyak di jumpai di pulau Kalimantan. Termasuk mungkin salah satunya yang di dekat kantor saya bekerja (mungkin sih... Teethy ). Ada area hutan yang tidak terlalu luas tapi masih alami, yang menghubungkan antara area kantor kami dan area perumahan karyawan. Kami biasanya menyebutnya dengan “Hutan Kota”. Mengapa? Karena area hutan tersebut yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk (ngga nyambung banget ya artinya? Biar aja deh.. Namnya juga cuman istilah doangRoll ) .

Di area hutan kota tersebut, terdapat jalan setapak. Jalan setapak ini menghubungkan area perumahan warga dengan area perkantoran tempat saya bekerja. Biasanya karyawan yang berjalan kaki ke kantor atau menggunakan sepeda motor/mobil tapi tidak mempunyai fasilitas ”gate pass” untuk mengendarai kendaraan di area perusahaan, memanfaatkan fasilitas jalan setapak ini. Mereka memarkir sepeda motor/mobil nya di pinggiran hutan atau di depan rumah warga, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke kantor dengan berjalan kaki melalui jalan setapak Hiker .

Karena hutannya masih tergolong alami Tree 3 Tree 3 , maka aneka satwa pun masih tinggal di dalamnya. Mulai burung Enggang, burung Murai Batu, Burung Jalak, Ular Kobra, dan lai-lain. Ada satu jenis satwa mamalia yang juga masih tinggal di area hutan kota ini, yaitu orang utan Monkey 3 . Mereka sepertinya satu keluarga terdiri dari anak, ibu dan bapak. Sang ibu suka menggendong anaknya, dan sang bapak suka jalan sendirian aja (biasalah seperti bapak-bapak pada umumnya kan??? ROTFL ). Mereka sering muncul terutama bila musim buah tiba. Nah, kebetulan karena di perumahan warga dekat hutan kota itu ada beberapa rumah karyawan yang halamannya ditanami dengan aneka ragam tanaman buah-buahan, mulai dari rambutan, nangka, belimbing, dan lain-lain sehingga sang Orang utan pun (yang hobby banget dengan namanya buah-buahan) menjadi suka ”main-main” ke sana. Ini yang terkadang mengusik ketenangan kami (karyawan/warga) saat melewati jalan setapak. Kami sering dibuat kaget dengan keberadaannya. Dan itu terjadi lagi belakangan ini, karena sekarang lagi musim buah-buahan, terutama rambutan dan pisang.



Orang utan yang lagi mejeng di bawah pohon belimbing
di sekitar jalan setapak


Sempat seorang teman dihadang oleh si orang utan saat pulang kerja. Sang orang utan keluar dari semak-semak dalam hutan, melompat dan menghadang sepeda motor yang dikendarai teman (wow.. kalau saya sih.. dah gemetaran duluan klo kayak gitu kejadiannya Hurry Up ). Teman saya berusaha untuk bersikap tenang, tapi sang orang utan tetap menunjukkan wajah yang kurang bersahabat (mungkin merasa terganggu kali ya?? Thinking atau bisa juga pingin kenalan aja Smile ). Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya teman saya menjatuhkan sepeda motornya ke tempat yang aman, dan berlari ke belakang rumah warga yang terdekat. Orang Utan masih berusaha mengejarnya. Untungnya akhirnya dia (orang utan) menemukan obyek perhatian yang lebih menarik, yaitu pohon nangka. Orang utan berhenti mengejar teman saya, dan beralih memakan buah nangka. Setelah itu kembali masuk ke dalam hutan. Aman deh.. Setelah itu sang teman pun balik mengambil motornya dan langsung aja cepat-cepat pulang... Dirt Bike
Ada juga teman yang sedang jalan dengan santainya tiba-tiba di gertak oleh sang orang utan dari dalam semak, larilah dia karena kaget campur takut. Cerita yang lain lagi, saat teman sedang melintasi jalan setapak sambil menunduk, sang orang utan pun sedang asyik makan buah rambutan. Saat teman mengangkat kepala dan kaget karena ada orang utan di depannya, sang orang utan pun ikut kaget (takut teman saya minta rambutan kali ya?? Laughing 2 ). Akhirnya karena takut ada masalah, teman saya langsung lari sekencang-kencangnya, dan baru berhenti saat ada di depan gedung kantor. Padahal mungkin orang utannya cuek aja kali ya.. tetap asyik neruskan makan rambutan Clappy .


Karena berbagai macam peristiwa itula, saya sekarang jadi "phobia" banget kalau mau melewati hutan kota ini. Sementara setiap hari saya harus melaluinya untuk menuju ke kantor ataupun pulang dari kantor. Sehingga biar aman, saya berusaha menunggu teman-teman yang lain untuk barengan lewat hutan kota. Terkadang memaksa teman yang masih ada kerjaan untuk pulang saat itu juga bareng saya. Segala rayuan pun dikeluarkan, biar dia mau nemanin saya pulang. Ya... maksudnya sih biar kalau ketemu orang hutan, biar ada temannya untuk lari bareng-bareng aja.....Takut bok...... Bounce . Moga-moga ngga pernah namanya ketemu orang utan di hutan kota, Amin. Bisa pingsan di tengah hutan nanti, hiiiiiiiiii





Baca Selengkapnya...