28 Februari 2009

Arti Sebuah Pujian Yang Kita Berikan

Alkisah ada seorang pengemis duduk mengulurkan tangannya di sudut jalan.Tolstoy, penulis besar Rusia yang kebetulan lewat di depannya, langsung berhenti dan mencoba mencari uang logam di sakunya.Ternyata tak ada. Dengan amat sedih ia berkata, "Janganlah marah kepadaku, hai Saudaraku. Aku tidak bawa uang."

Mendengar kata-kata itu, wajah pengemis berbinar-binar, dan ia menjawab, "Tak apa-apa Tuan.
Saya gembira sekali, karena Anda menyebut saya saudara. Ini
pemberian yang sangat besar bagi saya."

Hikmah yang bisa diambil dari cerita di atas adalah setiap manusia, apapun latar belakangnya, memiliki kes
amaan yang mendasar: ingin dipuji, diakui, didengarkan dan dihormati. Kebutuhan ini sering terlupakan begitu saja. Banyak manajer yang masih beranggapan bahwa orang hanya termotivasi dengan uang.Mereka lupa, nilai uang hanya bertahan sampai uang itu habis dibelanjakan.Ini sesuai dengan teori Herzberg yang mengatakan bahwa uang tak akan pernah mendatangkan kepuasan dalam bekerja.

Manusia bukan sekadar makhluk fisik, tapi juga makhluk spiritual yang membutuhkan sesuatu yang jauh lebih bernilai.Mereka butuh penghargaan dan pengakuan atas kontribusi mereka. Tak perlu sesuatu yang sulit atau mahal, ini bisa sesederhana pujian yang tulus. Namun, memberikan pujian ternyata bukan mudah. Jauh lebih mudah mengritik orang lain.

Seorang kawan pernah mengatakan, "Bukannya saya tak mau memuji bawahan, tapi saya benar-benar tak tahu apa yang perlu saya puji.
Kinerjanya begitu buruk." "Tahukah Anda kenapa kinerjanya begitu buruk?" saya balik bertanya. "Karena Anda sama sekali tak pernah memujinya!"
Persoalannya, mengapa kita begitu sulit memberi pujian pada orang lain? Menurut saya, ada tiga hal penyebabnya, dan kesemuanya berakar pada cara kita memandang orang lain.

Pertama, kita tidak tulus mencintai mereka.
Cinta kita bukanlah unconditional love, tetapi cinta bersyarat. Kita mencintai pasangan kita karena ia mengikuti kemauan kita, kita mencintai anak-anak kita karena mereka berprestasi di sekolah,kita mengasihi bawahan kita karena mereka memenuhi target pekerjaan yang telah ditetapkan.
Perhatikanlah kata-kata di atas: cinta bersyarat. Artinya, kalau syarat-syarat tidak terpenuhi, cinta kita pun memudar. Padahal, cinta yang tulus seperti pepatah Perancis: L`amour n`est pas parce que mais malgre.
Cinta adalah bukan "cinta karena", tetapi "cinta walaupun". Inilah cinta yang tulus, yang tanpa kondisi dan persyaratan apapun.
Cinta tanpa syarat adalah penjelmaan sikap Tuhan yang memberikan rahmatNya tanpa pilih kasih. Cinta Tuhan adalah "cinta walaupun". Walaupun Anda mengingkari nikmatNya, Dia tetap memberikan kepada Anda.Lihatlah bagaimana Dia menumbuhkan bunga-bunga yang indah untuk dapat dinikmati siapa saja tak peduli si baik atau si jahat. Dengan paradigma ini, Anda akan menjadi manusia yang tulus, yang senantiasa melihat sisi positif orang lain.
Ini bisa memudahkan Anda memberi pujian.

Kedua, kita lupa bahwa setiap manusia itu unik.
Ada cerita mengenai seorang turis yang masuk toko barang unik dan antik.
Ia berkata, "Tunjukkan pada saya barang paling unik dari semua yang ada di sini!"
Pemilik toko memeriksa ratusan barang: binatang kering berisi kapuk, tengkorak, burung yang diawetkan,kepala rusa, lalu berpaling ke turis dan berkata, "Barang yang paling unik di toko ini tak dapat disangkal adalah saya sendiri!"
Setiap manusia adalah unik, tak ada dua orang yang persis sama.Kita sering menyamaratakan orang, sehingga membuat kita tak tertarik pada orang lain. Padahal, dengan menyadari bahwa tiap orang berbeda, kita akan berusaha mencari daya tarik dan inner beauty setiap orang.Dengan demikian, kita akan mudah sekali memberi pujian.

Ketiga disebut paradigm paralysis.
Kita sering gagal melihat orang lain secara apa adanya, karena kita terperangkap dalam paradigma yang kita buat sendiri mengenai orang itu.Tanpa disadari kita sering mengotak-ngotakkan orang.Kita menempatkan mereka dalam label-label: orang ini membosankan, orang itu menyebalkan, orang ini egois, orang itu mau menang sendiri. Inilah persoalannya: kita gagal melihat setiap orang sebagai manusia yang "segar dan baru".Padahal, pasangan, anak, kawan, dan bawahan kita yang sekarang bukanlah mereka yang kita lihat kemarin.Mereka berubah dan senantiasa baru dan segar setiap saat.

Penyakit yang kita alami, apalagi menghadapi orang yang sudah bertahun-tahun berinteraksi dengan kita adalah 4 L (Lu Lagi, Lu Lagi -- bahasa Jakarta). Kita sudah merasa tahu, paham dan hafal mengenai orang itu. Kita menganggap tak ada lagi sesuatu yang baru dari mereka.Maka, di hadapan kita mereka telah kehilangan daya tariknya.

Pujian yang tulus merupakan penjelmaan Tuhan Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.Maka, ia mengandung energi positif yang amat dahsyat.
Pujian memang mengandung energi yang bisa mencerahkan, memotivasi, membuat orang bahagia dan bersyukur.
Yang lebih penting, membuat orang merasa dimanusiakan.


sumber: unknown email address

22 komentar:

Senoaji mengatakan...

wewwwww... malam2 blogajojing langsung nemu artikel keren yang meluruskan kembali konsep tentang memuji.. Bunda, ini keren pol!

mommy adit mengatakan...

Itulah kenapa kalau orang Sunda marah2 kepada anaknya krn anaknya nakal, dia tetap memuji: "si bageur, si pinter, si sobar soleh!!!!" (sambil mukanya merah menahan marah) hehehehe..

Anonim mengatakan...

belajar forex

forex

bisnis internet

internet marketing

belajar internet marketing

walet

sarang walet

cd walet

sarang burung walet

rumah walet

best forex robot

best forex robots

forex robots

forex robot

forex signal

forex signals

Rosa mengatakan...

Bagos neh artikelnya.....*pujian tampa pamrih loh* woohohohooo...

Atca mengatakan...

iya...artikelnya keren nih..aku mau belajar kalo marah pake kata2 pujian......

ke2nai mengatakan...

iya bener mbak, efek pujian itu walopun sedikit efeknya bisa dahsya loh..

rayearth2601 mengatakan...

mantap nih artikelnya mbak,
Menyadarkan tentang arti pentingnya pujian :)

Angsoka47 mengatakan...

orang kita terkadang rada sulit memberikan pujian yah...

Meidy mengatakan...

setuju mb.. satu pujian, tapi ribuan energi yg datang.. ga ada ruginya deh memuji (tp jgn basa-basi loh ya..), hehehe..

Mbah Koeng mengatakan...

yup...!!

mas icang mengatakan...

pujian bisa berarti cobaan juga lho mbak bagi sipenerima pujian.

tergantung bagaimana menyikapinya. kadang saya takut terhadap pujian bila merasakan apa yang terjadi didalam hati ini ketika pujian saya terima.

fernando mengatakan...

Memuji = senyum, murah tapi mahal untuk dilakukan, hehehe...salam kenal

joe mengatakan...

seperti kata thukul sanjungan merupakan teror ...

umi rina mengatakan...

Setuju Bunda...keren nich pencerahannya...*tuuu kan aku dah muji...* :)

mama hilda mengatakan...

"yang mengatakan bahwa uang tak akan pernah mendatangkan kepuasan dalam bekerja."

tapi berapa banyak orang yang lupa harga dirinya ketika uang bersabda, sepintar apapun orang tersebut dan secerdas apapun orang itu.

"Padahal, pasangan, anak, kawan, dan bawahan kita yang sekarang bukanlah mereka yang kita lihat kemarin.Mereka berubah dan senantiasa baru dan segar setiap saat."

Jika mereka memang bisa mengaca dan merubah diri mbak..tapi kadang seseorang merasa sudah cukup dengan apa yang dia punyai sehingga selalu underestimate siapa saja yang berbicara dengannya..

anyway..nice post..

namaku wendy mengatakan...

pujian bikin kita jadi semangat dan lebih maju lagi tapi jangan jadi besar kepala dan bikin kita cepet puas atas ssuatu yg kita kerjakan loh yah hehehe kalo yg itu sih gak bole:D

novnov mengatakan...

wahhh postingannya bagus dehh.....btw saya paling suka loh memuji diri sendiri huahahahahah

ENDRIYANI mengatakan...

Pujian bisa menjadi awal dari kebaikan ataupun kejelekan, tapi kebanyakan dampaknya baik ya!!!

Lyla mengatakan...

pujian kadang bikin kita semangat kadang bikin org lupa diri...

alifahru mengatakan...

pingin sekali belajar mempraktekkan "cinta walaupun" ... saya cinta dia walaupun dia sudah bersuami... :)

Milla Widia N mengatakan...

sering2 memuji juga tak bagus buat kesehatan ya? soalnya kadang isinya cuma basa basi...

mending sedikit pujian tapi tulus dari dasar hati

BIG SUGENG mengatakan...

Pujian menurut saya juga bermakna doa
saya juga kalau memanggil anak saya pakai tambahan pinter, cantik, solehah, gagah dll