15 Maret 2009

Kehilangan Bukan Segalanya....

Alkisah, ada seorang bapak yang sudah tua hendak menumpang bus. Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Sementara pintu bus pun tertutup dan bus mulai bergerak, sehingga ia tak bisa memungut sepatu yang tadi terlepas.

Namun, si bapak tua itu kemudian melepas sepatunya yang sebelah dan malah melemparkannya keluar jendela. Seorang pemuda yang duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, ...


"Aku memperhatikan apa yang Anda lakukan. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yang sebelah juga ?"

Si bapak tua menjawab, "Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya."

Cerita di atas mengajarkan bahwa tak ada gunanya mempertahankan sesuatu hanya karena dia ingin memilikinya atau ... karena dia tidak ingin orang lain memiliki barang berharga miliknya.

Kita kerap kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi ... itu sebenarnya terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Contoh di atas tak hanya diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal-hal baik. Ini semua dimaksudkan agar kita bisa menjadi lebih dewasa secara emosional dan spiritual, ...
pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu kerap harus terjadi.

Kadang kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Bisa jadi, peristiwa itu terjadi agar si bapak tua kelak mendapatkan sepasang sepatu yang lebih baik. Satu sepatu hilang. Dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagi si bapak. Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah yang berharga bagi yang menemukannya.

Berkeras mempertahankan sesuatu yang bukan kehendak-Nya, tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan sesuatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskan itu semua.

(Sumber: Buku Losing is Winning/MSN)

26 komentar:

rampadan mengatakan...

Tapi, kehilangan sesuatu yg paling berharga itu menyakitkan bunda..
Sangat menyakitkan..
Tp ada benarnya yg bunda bilang, kita tak harus mempertahankan sesuatu yg gak mungkin bisa dipertahankan lagi..
Makasih ya bunda..

marsudiyanto mengatakan...

Wah, saya musti buang sepatu saya nich...

Penny mengatakan...

@rampadan: bener juga, tapi pasti ada hikmah dibalik musibah itu.. trust me...
@marsudiyanto: tak tunggu klo sepatu pak guru mau dibuang.. siapa tahu made in Cibaduyut kayak punya pak JK hehehehe

mama hilda mengatakan...

nice post bunda..kalo bagi saya kehilangan sesuatu adalah proses awal untuk mendapatkan sesuatu..karena memang kadang secara tidak sadar kadang hal tersebut terjadi hampir berdekatan..

umi rina mengatakan...

Kehilangan bukanlah segalanya, karena sesungguhnya kita tak pernah benar-benar memiliki...

Nice Post Bunda, makasih ya...:)

berpantun mengatakan...

semoga sepatunya gak jadi sampah ya hehe...

salam kenal mbak

Erik153923 mengatakan...

Setuju bunda, kita tak perlu mempertahankan yang memang tak perlu kita pertahankan lagi

Angsoka47 mengatakan...

berat jg yah kalo kehilangan sesuatu yg sangat berharga... tp kalo emang dah takdir Nya, mungkin ada rencana laen yg lbh baik dari Nya yah... insya Allah.. amin

bunda mengatakan...

makanya kita diajarkan untuk mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rajiun. bukan hanya diucapkan saat kita kehilangan karena kematian namun kehilangan apapun sebaiknya ucapan itu yang kita katakan.
hmmh posting yang mencerahkan mbak Penny
salam hangat

Rudy mengatakan...

Kehilangan bukanlah segalanya karena dibalik semua itu kita akan mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya...
Salam kenal dari blogger Jatim.

mommy adit mengatakan...

Saya kehilangan bapak dan mamah sejak belia. Ya, memang betul.. kehilangan bukan segalanya. Saya (dan saudara2) masih bisa melanjutkan kehidupan. Life must go on..

ke2nai mengatakan...

betul sih mbak.. kehilangan bukanlah segalanya. Cuma kadang yang berat itu mencoba u/ ikhlas sama rasa kehilangan itu.. :)

Kristin A Kusuma mengatakan...

thanks yah sharingnya..
sederhana namun bermakna sekali,,palagi diiringi nyanyian bang opick ini ^_^

Milla Widia N mengatakan...

kalo kehilangan benda memang bukan segalanya...
asal jangan kehilangan harga diri ...(gak ada yg jual harga diri soalnya, hihihihi)*kidding*

Atca mengatakan...

kehilangan itu memang berat...apalagi jika kehilangan sesuatu yang berharga...

namaku wendy mengatakan...

mbak, jadi inget papa saya tu yah dsuru ngebuang sendal bututnya yg tinggal sepasang-sepasang hehehe susah bener akhirnya tu yah malah dpake jadi sepasang beda-beda gitu *parah* deh:p lah malah cerita hihihi

Mbah Koeng mengatakan...

untung yg dibuang bukan pnya cinderela so ga jd ak ambil wekek..kek..kek...

WoeL mengatakan...

sangat inspiratif...

Annin mengatakan...

Kehilangan bukanlah segalanya..
Kehilangan Yang Kita Sayanki Demi Tugas Illahi Harus Kita Iklaskan..Walaupun Kehilangan itu menyakitkan.

Izka mengatakan...

Tergantung apa yang hilang... hehehehe.... Hmmm... Ya keikhlasan memang diperlukan agar hidup menjadi lebih nyaman

alifahru mengatakan...

banyak hal yang datang dan pergi pada sisi kehidupan kita. Semuanya itu patut disadari sebagai suatu hal yang wajar dalam kehidupan. hiks... :)

Anonim mengatakan...

kehilanagan sesuatu emang kadang terasa berat,tp dibalik semua itu pasti ada pengganti yg lebih berharga dr sebelumnya,,,ya ga bunda?

anna mengatakan...

kehilangan sesuatu kadang emang terasa berat,tp dibalik semua itu pasti ada pengganti yg lebih berharga,..ya ga bunda

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

bener sekali mbak, aku jadi tersentuh. yawdah pulang ini aku mau lempar kakiku yang satu lagi, ;P

Rosa mengatakan...

untung cuman kehilangan sepatu ya bapak tua tadi, tapi sebenarnya di dunia ini suatu saat kita akan banyak kehilangan...semuanya adalah milikNya, kita didunia cuman dipinjemin...hehehhe

Rossy R mengatakan...

Cerita yang tetap menarik, walaupun aku pernah mendapatkannya di millist email, tp tetap aja g ngebosenin..keep blogging friends