18 Januari 2009

Blessing In Disguise

Adalah sepasang suami-istri yang sudah lama tidak mempunyai anak. Suatu hari sang istri ternyata hamil lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Semua tetangga mengatakan mereka adalah pasangan yang beruntung. Anaknya laki-laki lagi. Kalau nanti sudah dewasa, bukankah dia bisa bekerja keras dan merawat orang tuanya? Sungguh beruntung mereka punya anak laki-laki.
Suatu saat, anak tersebut sangat ingin memiliki seekor kuda. Tapi mereka miskin sehingga tidak bisa membeli hewan tersebut. Semua orang mengatakan bahwa mereka benar-benar sial karena miskin, sehingga tidak bisa membeli kuda. Kalau mereka kaya, kan bisa beli kuda? Sial benar.

Suatu hari ayahnya diberi seekor anak kuda oleh pelanggannya yang sering membeli kayu bakarnya. Jadilah anak itu punya seekor kuda. Semua orang mengatakan mereka sangat beruntung. Ingin punya kuda, eh ada yang memberi kuda. Beruntung sekali. Anak itu pun belajar berkuda. Dia sering berkuda ke mana-mana. Suatu Hari, ketika sedang berkuda. ternyata kuda tersebut mengamuk, sehingga anak itu terjatuh dan kakinya patah. Sejak kejadian itu dia menjadi pincang apabila berjalan. Semua orang menyesali mengapa dia berkuda. Kalau dulu tidak punya kuda, kan dia tidak akan jatuh. Dan kakinya tidak akan pincang. Sial. Mengapa punya kuda? Lebih baik tidak usah punya kuda. Sial sekali.

Setelah anak tersebut menginjak dewasa, ternyata di negara tersebut pecah perang dengan negara lain. Semua pemuda harus menjadi serdadu. Anak pasangan suami-istri itu juga harus mendaftar. Orangtuanya khawatir kalau anak satu-satunya ikut berperang. Semua tetangga merasa kasihan dan menyesali mengapa dulu tidak lahir anak perempuan saja. Kalau anak perempuan kan tidak harus berangkat berperang. Aduh, sial benar, mengapa pasangan itu dulu melahirkan anak laki-laki? Ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan ternyata anak itu yang kini sudah tumbuh menjadi seorang pemuda, tidak diterima sebagai serdadu karena kakinya cacat. Semua orang mengatakan, beruntung sekali dia tidak harus berperang. Coba kalau dulu tidak jatuh dari kuda, dia pasti harus ikut berperang. Untung dulu dia punya kuda. Untung dulu dia jatuh dari kuda. Untung kakinya pincang. Sungguh beruntung dia.

Dari cerita di atas, sebenarnya untung dan sial itu apa sih? Kapan seorang disebut beruntung dan kapan kurang beruntung? Ketika anak laki-laki yang lahir, katanya beruntung, tapi ketika dia harus berperang, orang-orang mengatakan mengapa dulu tidak lahir anak perempuan saja? Ketika dia mendapat kuda, katanya beruntung, tapi ketika dia pincang karena jatuh dari kuda, katanya sial. Orang-orang menyesali mengapa punya kuda. Lalu ketika dia tidak jadi berperang karena pincang, kata orang dia beruntung karena dulu pernah jatuh dari kuda. Untung dulu punya kuda. Untung dia pincang. Jadi, sebenarnya kapan seseorang sial dan kapan seseorang beruntung? Apakah karena tidak sesuai dengan yang kita harapkan lalu kita katakan sial atau kita anggap musibah? Apakah ketika sesuai dengan keinginan kita, lalu musibah tersebut bisa berubah menjadi keberuntungan? Kapan kita menyesali sesuatu? Kapan kita mensyukuri sesuatu? Mungkin saja apa yang dianggap sial atau musibah hari ini, mungkin bisa berubah menjadi keberuntungan di masa depan.
Mungkin karena kita belum bisa melihat blessings in disguise. Kita tidak bisa melihat berkah dibalik musibah. Apa yang dilihat sebagai musibah hari ini, ternyata di kemudian hari baru kita sadari bahwa hal itu mengandung berkah.

Atau kisah lain misalnya adalah ada seorang pria buta huruf yang bekerja sebagai penjaga sebuah sekolah di Amerika Serikat. Sudah sekitar 20 tahun dia bekerja di sana. Suatu hari pemimpin sekolah itu dipindahkan ke tempat lain dan digantikan oleh pemimpin baru. Pemimpin baru ini menerapkan aturan baru. Semua pekerja harus bisa membaca dan menulis agar mereka bisa mengerti pengumuman yang ditempel di papan pengumuman. Penjaga yang buta huruf itu terpaksa tidak bisa bekerja lagi. Dia sangat sedih dan berjalan pulang dengan lemas. Dia tidak berani langsung pulang ke rumah, tidak berani langsung memberitahu isterinya. Dengan sedih dia berjalan pelan menelusuri jalanan. Setelah hari gelap sampailah dia di sekitar pelabuhan. Dia pun ingin membeli tembakau. Tapi setelah mencari kemana-mana, setelah mengelilingi beberapa blok, tidak ada satu toko pun yang menjual tembakau. Tiba-tiba, dia berfikir "Tembakau sangat perlu. Tapi di sekitar sini tak ada yang jual tembakau. Aku ingin jualan tembakau saja ah." Dia pun pulang, lalu dengan penuh semangat menceritakan idenya untuk berjualan tembakau kepada isterinya. Dia tidak lagi menyesali nasibnya yang baru saja kehilangan pekerjaan. Kemudian dia pun membuka kios tembakau. Ternyata tembakaunya laku keras. Tak berapa lama, dia bisa membuka toko tembakau. Beberapa tahun kemudian dia bisa membuka beberapa cabang toko tembakau di tempat lain. Jadilah dia pedagang tembakau sukses. Ketika sudah jadi orang kaya, dia pun pergi ke bank untuk membuka rekening. Tapi karena buta huruf, maka dia tidak bisa mengisi formulir. Karyawan bank berkata "Wah, Bapak yang buta huruf saja bisa punya uang sebanyak ini, apalagi kalau Bapak bisa membaca dan menulis, Bapak pasti lebih kaya lagi." Dengan tersenyum dia berkata "Kalau saya bisa membaca dan menulis, saya pasti masih menjadi penjaga sekolah." Waktu dia dipecat, dia merasa sedih, putus asa, dan mungkin menyesali kejadian itu. Peristiwa itu merupakan musibah. Tapi kini, dia bisa melihat bahwa mungkin nasibnya tidak akan berubah menjadi seperti sekarang kalau dulu dia tidak dipecat.

Apa yang dulu merupakan musibah, ternyata kini mendatangkan keberuntungan, menjadi berkah. Mari kita mencoba bersabar dan tabah dalam menghadapi apapun. Berdoa supaya bisa melihat berkah di balik musibah dan selalu bersyukur terhadap apa yang sudah diberikan DIA untuk kita.

Do not give up! See the blessings in disguise!

Sumber: Blessing In Disguise oleh Lisa Nuryanti

26 komentar:

"budhe Fakhrun Musriati" mengatakan...

itulah kita yang tak lepas dari berkeluh kesah akan apa yang menjai keadaan kita ..namun...hayolah.. hari ini milik kita..bergembiralah..tak ada kata sial..tak usah melihat belakang lagih..makasih yach.. sungguh cerita yang syarat ma'na kebaikan..

LeLa mengatakan...

betul sekali ya mba...apa yg menurut kita td baik belum tentu tidak baik pula dihadapan Allah, krn hanya Allah yg Maha Mengetahui segalanya. Dia-lah sebaik-baik pengatur rencana. Subhanallah...

Atca mengatakan...

nice post jeng...tapi panjang amat yah..he..he..

Umi Rina mengatakan...

Setujuuu Bunda... never give up!!!

Jangan pernah menyesali apa2 yg sudah menjadi jalan hidup kita, selalu bersyukur, bekerja keras dan berdoa, maka Dia pasti akan menjawabnya... :)

ahmadx mengatakan...

Ingin tau keberuntungan anda? ketik REG spasi...he he he,bercanda dulu biar gategang.

Hidup ini adalah ujian, jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan cobalah insrtospeksi diri sebelum anda mengambil kesimpulan

Budiawan Hutasoit mengatakan...

betul mbak..
sial atau tidak, kita sendiri yang menilainya.
kalau kita bisa tetap mengucap syukur dalam segala keadaan maka yang baik dan terbaik yang akan datang..

thanks for sharing

PS : mbak, utk pilihan identitas di kotak komen, ditambah yg URL/Name dong..

Angsoka47 mengatakan...

bersyukur kali yah... hidup, mati, jodoh, rizki, semua atas kehendak NYA..

Dilasari Hidayat mengatakan...

Salam kenal mbak. Saya suka sekali dengan post yang satu ini. Biarkan saja hidup ini mengalir dengan sendirinya. Yang penting, kita selalu menjadi pribadi berkualitas terbaik setiap harinya.

suryaden mengatakan...

semoga tuhan merencanakan yang baik buat kita semua, cerita itu sungguh menggugah keimanan dan kerinduan akan Tuhan, namun bagaimanapun juga jika kita tidak ikhlas menerimanya mungkin kejadiannya akan lain juga...

salam dari saya...

mama icel mengatakan...

tidak pernah merasa puas dan selalu merasa sial itu adalah musuh ...maka bersyukur apa yg sudah diberikan Tuhan karena Dia tahu seberapa besar kemampuan kita...

Lyla mengatakan...

sebagai manusia memang gak pernah puas dng keadaan, yg kita pilih mungkin aja gak yang terbaik menurut Allah...

ke2nai mengatakan...

sy senyum2 baca postingan ini karena untung & sial itu bedanya tipis ya mbak.. Kadang sy juga suka merasa gitu (makanya sy senyum2 bc postingan ini). tp sebisa mugkin skrg sy lbh byk berpositif thinking aja deh mbak atas segala kejadian yg terjadi :)

alifahru mengatakan...

mendalam sekali ini nilai filosofi yang ditulis bu penny.... memang sesuatu itu pasti mempunyai dua sisa nilai... tergantung kita mau melihat sisi yang mana... sudah menjadi fitrah alam ada malam ada siang, ada manis ada pahit, ada lelaki ada perempuan dan selanjutnya....

Kamilia mengatakan...

awesome post mbak, tetapi ngga setiap orang pandai mencari blessing in disguise tersebut.

Dengan memahami hal tersebut diharapkan seseorang dapat lebih arif dalam mensikapi hidup dan dapat lebih optimis dalam bertindak.

regards,
mama hilda

Senoaji mengatakan...

aku baca semuanya tuntas.. analogi2 bunda begitu baik ditempatkan disektor2 paling lemah sisi dari manusia, tekad, perasaan dan amanah hidup, bagus banget Bun...

tabiek
senoaji

Wiran mengatakan...

Cape juga bacanya... tapi sangat menarik.. thanks postingannya

Lyla mengatakan...

met malam mbak... im2ku lelet banget dari tadi gak muncul2 sbnya... jd nyapanya lewat sini aja...

Lyla mengatakan...

met malam mbak... im2ku lelet dari tadi sidebar yang sb gak muncul2 jd menyapa lewat sini aja

Enny mengatakan...

mantapzzz artikelnya, baik buruk kejadian yang kita alami pasti ada hikmah dibalik itu semua dan hikmahnya pastilah sesuatu yang baik,,teruslah berkarya,,

mommy adit mengatakan...

Yap..selalu ada blessing in disguise.. dulu saya bertanya2 mengapa Bapak dan Mama pergi ketika saya masih kecil? Tapi sekarang saya tahu.. hal ini mendidik kami (anak2 Bapak dan Mama) lebih kuat dalam menjalani hidup...

Harry Seenthings mengatakan...

betul dan benar sekali mba.....wah mba postingannya keren amat mba,aku mana bisa buat yang kayak begini mba

Debrian mengatakan...

kita hanya bisa bersyukur atas kenikmatan dan ketidaknikmatanNYA...
jalani saja hidup kita dengan apa adanya.. toh semua itu kita sudah ada yg mengatur.. bnr kn ?? :)

widie mengatakan...

ceritanya bagus neh...emang dibalik kesulitan selalu ada kebaikan selama kita tetep berikhtiar dan tdk berputus asa pasti selalu ada jalan yaaa..

soal kesialan kita ngga pantas rasanya mengeluh dan selalu berandai2 kl tdk berani menjalanin sesuatu dan mencoba hal baru mana kita tau kita akan beruntung atau tdk misalnya kt tdk beruntung itu kan hanya soal waktu iya kann...kita bs mencoba dan mencoba lebih keras lagi.

Yannie mengatakan...

Selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah membuat hati lebih tenang, semua yang kita peroleh apakah harta dan ilmu anggap sebagai rezeki dari Allah yang harus selalu disyukuri dan kesusahan yang diterima anggap sebagai ujiannya. Susah memang...tapi tetap berusaha dan berusaha...terimakasih bunda ...

Yannie mengatakan...

Selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah membuat hati lebih tenang, semua yang kita peroleh apakah harta dan ilmu anggap sebagai rezeki dari Allah yang harus selalu disyukuri dan kesusahan yang diterima anggap sebagai ujiannya. Susah memang...tapi tetap berusaha dan berusaha...terimakasih bunda ...

puguhr mengatakan...

menikmati dan mensyukuri apa yang telah kita miliki, itulah yang membuat kita kaya !!