23 Januari 2009

JIKA TUHAN MENARIK PERHATIAN KITA


Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusahaberteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja. Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukangyang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannyakembali.
Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak ke atas. Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting itu dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.
Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Tuhan seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Tuhan seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyakbersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan sering kali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan danberbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Tuhan (Allah). Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Nya, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nyayang sangat lemah dan tidak berdaya.
Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Nya senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kitamiliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat danberkah dari Nya ang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda kan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Nya menjatuhkan "batu" kepada kita ?.
SEMOGA BERMANFAT !
Disadur dari Eko Jalu Santoso - Founder Motivasi Indonesia dan Penulis Buku"The Art of Life Revolution" dan Buku "Heart Revolution: Revolusi HatiNurani Menuju Kehidupan Penuh Potensi" keduanya diterbitkan Elex MediaKomputindo.

15 komentar:

marsudiyanto mengatakan...

Pencerahan yang disampaikan secara halus...
Sukses buat Mbak Peni...

Rosa mengatakan...

cerita yang menarik dan penuh makna.....hehehe.....ku tunggu cerita berikutnya

Angsoka47 mengatakan...

posting yg oke nih say... thanks dah sharing...

ENDRIYANI mengatakan...

Makasih sudah berbagi renungannya Bun...!!!

puguhr mengatakan...

renungan yang sangat bagus, makasih sudah mengingatkan ..

Atca mengatakan...

top posting jeng..
perenungan buat kita..

Erik mengatakan...

Makasih ya pencerahannya

podosari mengatakan...

untungnya sang mandor tidak menjatuhkan palu ya dari atas, sehingga kepala pekerja di bawahnya masih aman. Demikian juga dengan Tuhan, selalu memberi cobaan kepada hambanNya sesuatu dengan kadar kekuatan mahluknya, tidak lebih tidak kurang. ditunggu artikel macam ini lagi, biar tambah semangat hidup dan selalu bisa mengingat kebesaran Tuhan

Dexter mengatakan...

Sepi juga keinginanku bersahabat dengan angin...
Mari giatkan membaca http://tamanbaca.org.

Umi Rina mengatakan...

Makasih Bunda dah diingatkan... :)

Rajin baca nich, ditunggu hasil membaca berikutnya... ;)

kak_ega_punya cerita mengatakan...

keren oi.... ceritanya bikin kita smakin ngerenung untuk jauh lebih bersyukur.....

Budiawan Hutasoit mengatakan...

thanks ya mbak..udah sharing artikel ini.
saya mah lebih baik mengucap syukur daripada dijatuhin 'batu' sama Tuhan..hehe..
kalo 'batunya' kecil..lha, kalo segede bata..apa ngga sakit...

PS : mbak, tambahin identitas URL/Name utk kotak komennya dong..

Pencerah mengatakan...

bagus banget...

mommy adit mengatakan...

TFS Bun..

Mama Shasa Shahira mengatakan...

wah.. bener2 postingan yang bagus nih mbak.. jadi nyadar kalo selama ini cara Tuhan negur memang beda2 yaa..